TEKS KRITIK SASTRA DAN ESAI
Nama : Atheera Naura Nabiqho
Kelas : XII MIPA 9
Absen : 04
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Bahasa Indonesia
Teks Kritik Sastra
Kritik Sastra Novel
"Dunia Cecilia"
Oleh : Atheera Naura Nabiqho
"Dunia Cecilia" merupakan sebuah karya fiksi yang ditulis oleh Jostein Gaarder yang berasal dari Norwegia. Karya-karya tulisnya banyak bergandengan dengan 'dunia' filsafat. Salah satu karya tulis filsafatnya yang mendunia yaitu "Dunia Sophie". Di samping itu, novel "Dunia Cecilia" berhasil memenangi Norwegian Bookseller Prize dan sudah dibentuk ke dalam film yang juga memenangi Amanda Award, anugerah tertinggi perfilman Norwegia pada tahun 2009 lalu.
"Dunia Cecilia" mengisahkan seorang anak bernama Cecilia yang harus menanggung penyakit keras di tubuhnya dan hanya menghabiskan kesehariannya di atas kasur. Saat malam natal tiba, seorang malaikat bernama Ariel datang menghampirinya, kemudian mereka berbincang mengenai topik-topik seputar ‘duniawi’ dan ‘surgawi’ yang menjadi fokus utama. Malaikat Ariel menemani Cecilia tak hanya di malam itu, melainkan di malam-malam berikutnya pula.
Percakapan antara malaikat Ariel dan Cecilia menggambarkan imajinasi penulis terkait surga dan dunia. Terdapat banyak berbagai percakapan yang sarat akan filosofis. Dalam hal ini karena disajikan melalui sudut pandang anak kecil yang mana mempunyai rasa keingintahuan luas, pun oleh malaikat yang memiliki teman yang dapat diajak berdiskusi dan sekadar berbincang. Perbincangan mereka inilah yang menjadi daya tarik. Menariknya, yaitu karena berbagai percakapan atau dialognya. Percakapan hangat, sederhana, terkadang lucu, tetapi mencerdaskan antara dua makhluk yang baru bersahabat. Hal tersebut yang menjadikan kekuatan dari buku ini. Namun, apabila kalau kalian sedang mencari novel atau buku dengan plot yang membawa perasaan kalian naik-turun, sepertinya novel ini bukanlah yang kalian incar.
Dalam novel ini, Cecilia divisualisasikan sebagai sosok gadis yang beranjak remaja, tetapi sayangnya ia menderita sakit keras. Jostein Gaarder selaku penulis novel ini memang tidak menggambarkan penyakit apa yang tengah diderita oleh Cecilia karena persoalan yang diangkat dalam novel ini bukanlah hal demikian, melainkan pada percakapan-percakapan yang disebut olehnya sebagai dialog bumi dan surga. Ketika membaca novel ini, kita seperti diantarkan pada pandangan tentang surga melalui percakapan Ariel dan Cecillia, entah itu benar atau tidak. Novel ini menggambarkan bahwa kematian itu tidak semengerikan yang dikisahkan orang-orang pada umumnya, namun ada bagian dimana Cecillia akan menemukan bahwa kematian itu adalah bagian indah dari semua teka-teki yang ditanyakan pada dunia ini.
Pembaca dibuat untuk merenungkan terkait disiplin filsafat dengan pembahasan yang lebih mengalir juga menarik menggunakan bahasa yang ringan meskipun bahasanya terjemahan. Dunia Cecilia menampilkan pemikiran yang jauh dari kata mainstream dan keluar diluar akal manusia. Sebagai contoh, dialog dan percakapan antara Cecilia dan malaikat bernama Ariel mengenai hakikat roh.
Jostein Gaarder menulisnya dengan apik sehingga tidak membuat bosan ketika membaca novel yang dipenuhi dengan filosofi ini. Jostein Gaarder mempunyai ciri khasnya tersendiri dalam membuat karyanya, salah satunya mengombinasikan ‘dunia’ khayal indah dengan perenungan akan suatu makna. Seperti yang sudah disinggung, perbedaan antara surga dan dunia dideskripsikan dengan lugas sehingga pembaca dengan mudah memahami maksud yang hendak disampaikan oleh penulis.
"Dunia Cecilia" menyuguhkan beberapa sudut filsafat kehidupan dalam bahasa yang ringan sehingga mudah dicerna oleh kalangan awam sekalipun. Meskipun, pada bagian akhir atau penutup, keadaan Cecilia tidak begitu diilustrasikan secara jelas, tetapi itu yang memberikan ketertarikan tersendiri dari novel ini. Pembacanya akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Cecilia, apakah Cecilia benar-benar mengalami petualangan secara fisik atau hanya jiwanya dan apakah Cecilia sedih akan kematiannya. Akhir cerita Dunia Cecilia mengantarkan pembacanya pada imajinasi masing-masing dan mengembangkannya sesuai dengan ide-ide yang diberikan dari novel.
Di samping itu, novel ini tidak terlalu menggambarkan secara jelas mengenai latar waktu, tepatnya pada zaman apa. Barangkali hal itu disengajakan oleh penulis sebab yang menjadi titik fokusnya, yaitu percakapan dan dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Novel ini sangat direkomendasikan bagi penikmat karya fiksi maupun masyarakat yang masih awam dengan buku yang bertema filsafat.
Teks Esai
Kebebasan Berpendapat Harus Memiliki Batasan
Oleh : Atheera Naura Nabiqho
Sebagai generasi milenial berpendapat adalah merupakan hal yang melekat di zaman sekarang, di mana kebebasan berpendapat semakin dipermudah, mengingat kita hidup di era teknologi yang maju dan berkembang maka semua bisa dengan mudah untuk disampaikan dengan menggunakan banyak media, dan jika kita perhatikan hal ini menjadi penting, masyarakat terutama remaja harus sadar pentingnya kebebasan berpendapat.
Setiap individu memiliki hak dasar yang termuat dalam konstitusi negara. Kebebasan berpendapat di Indonesia diatur di dalam Pasal 28E Ayat 3 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Selain itu, di dalam Pasal 28J Ayat 2 UUD 1945 dengan tegas disebutkan bahwa dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Berdasarkan uraian tersebut, kebebasan tersebut bukanlah kebebasan yang tanpa batas tetapi kebebasan bersyarat. Ketika kita dalam melakukan aktivitas apapun akan selalu bersinggungan dengan hak orang lain. Begitu pula dalam penggunaan hak kebebasan menyampaikan pendapat yang harus menghormati harkat dan martabat orang lain.
Kebebasan berpendapat tentu harus dilakukan dengan cara yang baik dan tepat. Jangan sampai kebebasan berpendapat ini membuat kita menulis opini seenaknya sehingga menimbulkan konflik. Perlu diingat juga kita harus beropini sesuai kapasitas diri dan sesuai fakta dan data yang ada. Kebebasan berpendapat harus memikirkan banyak faktor, apakah menyinggung masyarakat? Apakah opini kita mengandung SARA? Atau rasisme? Hal ini perlu di pertimbangkan, karena jika salah, bukannya menjadi sesuatu yang positif, tetapi memicu kontra apalagi di media sosial, semua dapat tersebar dengan cepat.
Media sosial sering digunakan penggunanya untuk mengekspresikan dirinya ataupun untuk mengemukakan pendapatnya. Akan tetapi, perlu ada batasan dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan efek merusak. Dampak dari kebebasan yang tidak bertanggung jawab dapat mengakibatkan ketakutan kolektif. Hal itu akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kini marak terjadi deplatforming dengan cara call-out (online shaming), cancelling, dan account reporting di media sosial. deplatforming sebenarnya lebih merujuk pada penghapusan akun media sosial akibat melanggar standar komunitas media sosial tersebut. Deplatforming menjadi marak dilakukan sebagai ‘perlawanan’ terhadap tidak sehatnya komunitas di media sosial, pendapat ekstrem, dan diskusi tidak sehat yang melanggar batas norma dan budaya.
Baik sebagai pihak yang mengeluarkan pendapat maupun pihak yang mengajak orang untuk melakukan deplatforming terhadap pihak yang mengeluarkan pendapatnya tersebut, ada batasan-batasan yang patut diperhatikan, yaitu pendapat yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Apabila penyampaian pendapat atau ajakan untuk memboikot atau mempermalukan suatu pihak yang menyampaikan pendapat dengan cara deplatforming memenuhi unsur-unsur tindak pidana di atas, si pelaku dapat dilaporkan atas dugaan tindak pidana.
Selanjutnya, pelaporan di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter merupakan hak pengguna media sosial apabila si pelapor meyakini bahwa akun yang ia laporkan melanggar standar komunitas di sosial media terkait. Penyedia platform akan melakukan investigasi untuk memastikan bahwa akun yang dilaporkan memang benar-benar melanggar standar komunitas.
Sebagai contoh, Facebook telah memiliki Standar Komunitas agar para pengguna tidak, misalnya, menyebarkan hatespeech, menghasut untuk melakukan kekerasan, dan lain-lain. Jika memang akibat deplatforming tersebut merugikan pihak tertentu, menurut hemat kami, pihak yang dirugikan dapat menuntut ganti kerugian pada pihak yang menghasut dilakukannya deplatforming tersebut berdasarkan perbuatan melawan hukum yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Oleh karena itu, kita harus bijaksana dan berhati hati dalam berpendapat dan menulis di media sosial. Setidaknya kita perlu mengetahui dan menyadari akibat dari apa yang telah dilakukan tersebut. Kebebasan berpendapat yang sudah dilakukan dengan baik, tentunya akan berdampak baik juga. Dalam kebebasan berpendapat selalu ada risiko yang dapat kita temui sekecil apapun itu. Jadi, kita tidak perlu takut dalam berpendapat namun tetap perlu hati-hati, obyektif, dan santun agar tidak kelewatan dalam berpendapat.
Oleh karena itu negara Indonesia membutuhkan generasi muda yang produktif, aktif, kreatif dan tentunya pandai mengemukakan pendapatnya dan mewujudkan fokus . Semakin banyak opini positif yang diberikan kepada masyarakat, maka akan membentuk perubahan yang lebih baik bagi masyarakat luas, masyarakat lebih mengenal isu dengan baik, dan tentunya remaja Indonesia yang semakin pandai berpendapat.
Teks kritik sastra dan esai yang dibuat sudah sesuai struktur dan kaidah kebahasaan, topik yang diangkat pun sangat menarik.
BalasHapusTeks kritik sastra dan esai tersebut ditulis sesuai dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan ciri-cirinya sehingga menarik untuk dibaca.
BalasHapusTeks kritik dan esai yang dibuat sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur yang benar.
BalasHapusBagus sekali! Sudah sesuai aturan teks essay dan kritik, kebahasaan dan penggunaan tanda baca dan juga yang lainnya sudah bagus dan mudah dimengerti teksnya 😁👍
BalasHapuskritik dan esai yg dibuat ini bagus sekali dan sangat bermanfaat
BalasHapus